Archive for the ‘Motivasi’ Category

Raihlah Dengan Seluruh Yang Anda Miliki

Wednesday, August 5th, 2009

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan tangan. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki,tidak ada hal yang tidak tercapai. Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan.

Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak kepada anda. Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi anda untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang. Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan ikuti yang paling berpeluang.

Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah anda miliki.


Share/Save/Bookmark

0
Tags: , ,
Ditulis dalam kategori Motivasi |

Jangan Melihat Ke Belakang

Monday, August 3rd, 2009

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak,”Hebat, hebat.”

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, “Peganini dengan satu senar” Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan:

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?

Jika demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.


Share/Save/Bookmark

0
Tags: ,
Ditulis dalam kategori Inspirasi, Motivasi |

Menggenggam Harapan

Monday, July 27th, 2009

Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan tak cukup terang menerangi dagangan mereka. Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan, berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat. Siapa pula yang tertarik membeli?

Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warnawarni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi.

“Wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bisa menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?”

“Kami tak kehilangan harapan,” begitu jawabnya. “Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namun kami tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya”.

Berterima kasihlah pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita. Mereka tiang penyangga yang menahan langit dari keruntuhan. Mereka peredup terik mentari kehidupan yang adakalanya terasa panas membakar.

Hendaknya cerita singkat di atas juga menjadi salah satu pemacu semangat kita dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa. So, Stop Dreaming Start Action!!!

Share/Save/Bookmark

0
Tags:
Ditulis dalam kategori Inspirasi, Motivasi |

Hanya Dua Hal

Sunday, July 26th, 2009

Saat matahari seakan-akan enggan bersinar mengiringi langkahmu tanpa harapan.

Saat bulan bintang seakan-akan terlapis mendung hanya untuk malammu, gelap, muram dan suram.

Saat gunung seakan-akan hanya tegak berdiri memandang rendah tubuh kecilmu yang semakin terpuruk.

Saat ombak seakan-akan hanya datang menerjang tanpa belas kasih untuk menelan nyali kerdilmu.

Saat daun-daun seakan-akan melambai hanya untuk menertawakan kebodohan dan kelemahanmu.

Saat angin seakan-akan hanya bertiup kencang untuk menampar keras dengan semua kegagalanmu.

Saat orang-orang tercinta seakan-akan pergi dengan senyuman sinis penuh pengkhianatan dengan membawa serta senyum, tawa dan kebahagiaanmu.

Bahkan saat sahabat dan kerabat pergi menjauh dan hanya memandang acuh tak acuh berhias swaksangka dan curiga akan ketulusanmu,

Itulah yang disebut TERBUANG TAK BERGUNA dan HANYA 2 HAL yang bisa dilakukan:

Duduk tafakur di tengah malam mengenggam mutiara-mutiara mohon ampunan atas kelalaian dan kealpaan dan mencoba mengadu dengan bahasa yang tak harus terucapkan hanya kepada dan untuk Dia … ALLAH SWT.

Lalu duduk bersimpuh membasuh kaki bunda dengan air penyesalan dan mohon ampun atas ketidakbaktian. Dan esok pasti akan ada asa yang akan muncul entah dari mana… mungkin dari tempat yang tak pernah terduga … Atau dibawa oleh seseorang yang tak pernah terpikirkan atau terbayangkan untuk diharapkan dapat membawanya.


Share/Save/Bookmark

0
Tags: ,
Ditulis dalam kategori Motivasi, Renungan |

Menikmati Kesulitan Dan Tantangan

Saturday, July 25th, 2009

Kekuatan tidak didapat dari leha-leha dan pekerjaan gampangan. Anda bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan. Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter anda akan ditempa dengan kesulitan yang anda temui.

Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan dalam hidup, hanyalah demi anda lebih mengenali kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat anda menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang anda lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.

Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan. Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat anda inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup anda akan terasa manis.


Share/Save/Bookmark

0
Tags: ,
Ditulis dalam kategori Motivasi |

Berusaha Sebaik Mungkin

Friday, July 24th, 2009

Lakukan segala sesuatunya dengan upaya terbaik anda. Yaitu, dengan sekuat tenaga, kecerdasan tinggi, dan sepenuh hati. Anda pun akan mampu menahan beban yang berat, memecahkan persoalan yang rumit dan menikmati kehidupan kerja anda. Namun, setelah itu pandanglah hasil kerja anda dari kejauhan. Akuilah bahwa anda tak mungkin mengetahui semua hal. Oleh karenanya, anda tak memiliki kekuasaan untuk memastikan bahwa semua upaya anda akan berhasil. Tugas anda adalah berusaha sebaik mungkin. Itu saja.

Harapan terkadang menjadi beban. Itu bila anda beranggapan bahwa semua harapan yang setinggi langit itu harus terwujud. Anda tak berhak mengucapkan kata “harus”. Sungguh berbeda antara menaruh harapan dengan memaksakan kehendak. Anda boleh berkemauan. Untuk itu anda harus berupaya. Namun, anda tak memiliki hak untuk memutuskan apakah kenyataan akan sesuai dengan harapan.

Sekali lagi, berusahalah sebaik mungkin.


Share/Save/Bookmark

0
Tags:
Ditulis dalam kategori Motivasi |

Memang Tak Mudah Menjadi Pemimpin

Thursday, July 23rd, 2009

Amati sekeliling anda. Mungkin akan anda jumpai seseorang atau beberapa orang yang menyandang beban di pundak mereka. Bukan hanya beban mereka sendiri, melainkan juga beban orang lain. Bahkan beban anda juga. Beban itu teramat berat. Namun seringkali mereka seolah berdiri tanpa teman dan menanggung tanggung jawab itu sendiri. Beban itu semakin berat karena banyak orang menganggap bahwa mereka sepantasnya melakukan itu sendiri.

Tahukah anda siapakah mereka?

Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang anda angkat. Anda meletakkan harapan pada mereka. Anda meminta mereka bekerja dan menunjukkan jalan. Sementara anda mengekor di belakang. Semestinya anda turut mengangkat cangkul, menggemburkan bumi dan menebar benih kemakmuran. Orang-orang yang tak tahu diri hanya bisa berteriak bahwa jalan itu salah, tanpa mau menyingsingkan lengan baju membantu membersihkan semak belukar.

Memang tak mudah menjadi pemimpin, apalagi seorang yang sejati. Karena itu hanya segelintir saja yang bersedia berdiri di depan. Sedangkan para pecundang bersembunyi di barisan terbelakang. Namun berlari paling kencang ketika masa panen tiba. Dimana pun para pecundang tak memiliki setetespun rasa malu.


Share/Save/Bookmark

0
Tags: ,
Ditulis dalam kategori Inspirasi, Motivasi, Renungan |